Minggu, 30 Oktober 2011

Tujuan Gerakan Pramuka, Arti Sebuah Eksistensi


 
 
Gerakan Praja Muda Karana adalah organisasi kepemudaan yang berorientasi kepada pengabdian kepada Negara. Tujuan dari Gerakan Pramuka mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisiknya untuk menjadi generasi muda Indonesia yang baik.
Adalah sebuah kewajiban bagi sebuah organisasi untuk mempunyai tujuan. Tanpa tujuan dan maksud, maka organisasi tersebut tidak akan mempunyai determinasi untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan dan cita-cita. Namun, pada dasarnya tujuan dari setiap organisasi berbeda. Disesuaikan dengan ideologi dan kepentingan dari organisasi yang menaunginya. Apapun tujuannya, organisasi mengembangkan pemikiran-pemikiran dari anggotanya yang pada akhirya menjadi kerangka maksud dan tujuan organisasi.
Dalam kehidupan berorganisasi, selalu ada dinamisasi, contohnya adalah konflik. Para peneliti dan para Teoris Konflik mencari penyebab potensial dari persinggungan yang ada di dalam organisasi, ataupun antar organisasi. Perspektif yang akan dipakai untuk membahas alasan perumusan tujuan berdirinya Gerakan Pramuka.

Sejarah Organisasi kepanduan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang “Nederlandse Padvinders Organisatie” (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi “Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging” (NIPV) pada tahun 1916. Kenyataan bahwa kepramukaan itu senapas dengan pergerakan nasional, dapat diperhatikan pada adanya “Padvinder Muhammadiyah” yang pada 1920 berganti nama menjadi “Hisbul Wathon” (HW); “Nationale Padvinderij” yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan “Syarikat Islam Afdeling Padvinderij” yang kemudian diganti menjadi “Syarikat Islam Afdeling Pandu” dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia.
Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepramukaan Indonesia baik yang bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama. kepramukaan yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathon, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katholik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).
Banyaknya organisasi kepanduan yang mempunyai orientasi, kepentingan-kepentingan, dan tujuan-tujuan tertentu membuatnya terlalu dinamis. Seperti Organisasi kepanduan yang berorientasi agama, politik, ideologi-ideologi tertentu, dan kepentingan-kepentingan. Dalam sejarahnya, tidak jarang terjadi persinggungan yang membuat perkumpulan kepanduan-tersebut melakukan konfrontasi yang akhirnya berujung kepada ketidakharmonisan hubungan antar pandu. Selain itu, penyusupan ideologi terlarang juga dapat terjadi di sela-sela konflik yang mengemuka di tengah-tengah komunitas pandu Nusantara. Dalam rezim orde lama, Soekarno dikenal sebagai tokoh yang simpatik terhadap paham Komunisme. Dan dengan banyaknya organiasasi kepanduan, Soekarno mengarahkan mereka agar masuk ke lingkaran Pioneer (Organisasi Kepanduan yang berorientasi Komunis). Namun, Tokoh Pemuda Nasional Hussein Mutahar tidak setuju dengan maksud Soekarno. Hingga akhirnya Organisasi kepanduan Komunis Pioneer hilang tak berbekas di Indonesia.
Perpecahan terus terjadi di dalam tubuh berbagai Organisasi kepanduan yang ada di Indonesia. Maksud dan tujuan yang berbeda-beda, buruknya Manajemen Organisasi, dan hubungan yang selalu tidak harmonis antar Organisasi, menjadi tiga dari sekian banyak alasan mengapa para Pandu di Tanah air tidak pernah bersatu. Sejatinya, apabila beberapa kelompok saling berhubungan, maka akan terjadi perkembangan Organisasi sosial (Soerjono Soekanto, 1982, hal 137), namun karena perbedaan kepentingan yang mencolok, maka tidak terjadi perkembangan organisasi sosial.
Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepramukaan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah organisasi kepramukaan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia. Kongres yang dimaksud, dilaksanakan pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan “Janji Ikatan Sakti”, lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepramukaan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947. Dengan berbagai dinamika yang mengiringinya, pada akhirnya terbitlah Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga.
Pentingnya Tujuan dalam suatu organisasi

Kehadiran Gerakan Pramuka sebenarnya mempunyai banyak arti dan manfaat. Gerakan Pramuka didirikan bukan semata-mata pelarangan atas banyaknya Organisasi kepanduan yang ada di Indonesia, atau suatu wadah yang disediakan pemerintah karena alasan tersebut. Namun lebih dari itu, Gerakan Pramuka dibentuk karena adanya kesepakatan inisiatif antar gerakan-gerakan kepanduan yang ada di Indonesia pada saat itu. Dan esensi dari tujuan gerakan Pramuka adalah menyatukan keping persatuan yang tercerai-berai. Menjadi tonggak awal eksistensi Organisasi Kepanduan yang terintegrasi secara sistem dan konsep. Menjelma menjadi sebuah cermin perjuangan bangsa Indonesia.
Dalam konteks kekuatan keanggotaan dan intensitas keikutsertaanya, Gerakan Pramuka mempunyai anggota yang memiliki loyalitas tinggi, karena pada hakikatnya mereka diikat oleh janji Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka yang mempunyai efek mengikat kuat dan menanamkan nilai-nilai kesetiaan yang dalam kepada anggotanya.
Dalam konteks keorganisasian, Gerakan Pramuka termasuk jenis organisasi normatif. Karena Organisasi jenis ini bertujuan untuk membantu moral suatu masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata. Seperti dinyatakan dalam pembukaan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka,
Bahwa kaum muda sebagai potensi bangsa dalam menjaga kelangsungan bangsa dan negara mempunyai kewajiban melanjutkan perjuangan bersama-sama orang dewasa berdasarkan kemitraan yang bertanggung jawab.
Bahwa Gerakan Pramuka, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional, dibentuk karena dorongan kesadaran bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka menyelenggarakan upaya pendidikan bagi kaum muda melalui kepramukaan, dengan sasaran meningkatkan sumber daya kaum muda, mewujudkan masyarakat madani, dan melestarikan keutuhan:
- negara kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika
- ideologi Pancasila;
- kehidupan rakyat yang rukun dan damai;
- lingkungan hidup di bumi nusantara.
Tujuan dari suatu Organisasi adalah untuk menetapkan rencana pencapaian dari apa yang diinginkan. Biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor. Kepentingan, mimpi, hasrat, kebutuhan akan kesempurnaan, dan kesamaan seluruh tujuan tersebut menjadi alasan yang menguatkan suatu Organisasi berdiri. Namun, tujuan dari suatu Organisasi juga dapat dirumuskan dan dijadikan dasar pembentukan karena konflik, pengalaman, peristiwa yang mendasari sebuah Organisasi lahir. Fungsi konflik adalah sebagai pemicu kreativitas, pemberi tekanan pada situasi yang terjadi, dan sebagai pembuka pikiran bagi orang-orang yang ingin keluar dari konflik yang ditimbulkannya sendiri.
***


PENEGAK  BANTARA
1.    Islam
-            Dapat menjelaskan makna Rukun Iman dan Rukun Islam
-            Mampu menjelaskan makna Sholat berjamaah dan dapat mendirikan Sholat sunah secara individu
-            Mampu menjelaskan makna berpuasa serta macam-macam Puasa
-            Tahu tata cara menyelenggarakan jenazah
-            Dapat membaca doa Ijab Qobul Zakat
-            Dapat menghafal minimal sebuah hadist dan menjelaskan hadist tersebut

1. Khatolik
-            Tahu dan paham makna dan arti Gereja Katoliki
-            Dapat memimpin doa dan membangun membuat gerakan  cinta pada keberagaman agama di luar gereja katolik

1. Protestan
-            Mendalami ajaran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari
-            Hindu
-            Dapat menjelaskan sejarah perkembangan agama Hindu di tujuan kelahiran menjadi manusia menurut agama Hindu.
-            Dapat menjelaskan makna dan hekekat ajaran Tri Hita Karana dengan pelestarian alam lingkungan.
-            Dapat mempraktekkan  bentuk gerakan Asanas dari Hatta Yoga
-            Dapat melafalkan dan mengkidungkan  salah satu bentuk Dharma Gita.
-            Dapat mendeskripsikan  struktur , fungsi dan sejarah pura dalam cakupan Sad Kahyangan

1. Buddha
-            Saddha: Mengungkapkan Buddha Dharma sebagai salah satu agama
-            Saddha: Mengungkapkan Buddha Dharma sebagai salah satu agama
-            Menjelaskan sejarah Buddha Gotama
-            Menjelaskan Tiratana sebagai pelindung


2.        Berani menyampaikan kritik dan saran yang membangun dengan sopan dan santun kepada sesama teman
3.        Dapat mengikuti jalannya diskusi dengan baik
4.        Dapat hidup bersama antara umat beragama dan toleransi dalam bakti
5.        Mengikuti pertemuan Ambalan sekurang-kurangnya 2 kali setiap bulan
6.        Setia membayar iuran kepada Gugusdepan, dengan uang yang seluruh atau sebagian diperolehnya dari usaha sendiri
7.        Dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam pergaulan sehari-hari
8.        Telah membantu mengelola kegiatan di Ambalan.
9.   Telah ikut aktif kerja bakti di masyarakat minimal 2 kali.
10.   Dapat menampilkan kesenian daerah di depan umum minimal satu kali.
11.   Mengenal, Mengerti dan Memahami  isi AD & ART Gerakan Pramuka
12.   Dapat menjelaskan sejarah Kepramukaan Indonesia dan Dunia
13.   Dapat menggunakan jam, kompas, tanda jejak dan tanda-tanda alam lainnya dalam pengembaraan.
14.   Dapat menjelaskan bentuk pengamalan  Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
15.   Dapat menjelaskkan tentang organisasi ASEAN dan PBB
16.   Dapat menjelaskan tentang kewirausahaan.
17.   Dapat mendaur ulang barang tidak terpakai menjadi barang yang bermanfaat.
18.   Dapat menerapkan pengetahuannya tentang tali temali dan pionering dalam kehidupan sehari-hari.
19.   Selalu berolahraga, mampu melakukan olahraga renang gaya bebas dan menguasai 1 (satu) cabang olahraga tim.
20.   Dapat menjelaskan perkembangan fisik laki-laki dan perempuan
21.   Dapat memimpin baris berbaris sangganya, dapat menjelaskan tentang gerakan baris berbaris kepada anggota sangganya yang terdiri atas gerakan di tempat,
22.   Dapat menyebutkan beberapa penyakit infeksi, degeneratif dan penyakit yang disebabkan perilaku tidak sehat.
23.   Ikut serta dalam perkemahan selama 3 hari berturut - turut          


PENEGAK  LAKSANA

1. Islam
-            Dapat menjelaskan makna Rukun Iman dan Rukun Islam di muka pasukan Penggalang atau Satuan Penegak
-            Dapat menjelaskan hal-hal yang membatalkan sholat dan dapat mendirikan Sholat sunah berjamaah
-            Dapat menjelaskan hal-hal yang membatalkan puasa serta dapat melakukan salah satu puasa sunah
-            Memahami tata cara menyelenggarakan  jenazah
-            “Pernah” menjadi amil zakat
-            Dapat menghafal ayat tematik, dari alquran dan mampu menjelaskannya

1. Khatolik
-            Memahami dan mendalami 7 sakramen
-            Dapat menghafal dan menghayati akan riwayat salah satu Santo / Santa
-            Membahas 10 Perintah Allah, dilengkapi dengan contoh kehidupan sehari-hari
-           
1. Protestan
-            Dapat memberi kesaksian didepan jemaat atau teman sebaya
-            Dapat berpartisipasi aktif dalam pelayanan Gereja sesuai bakat dan kemampuannya
-            Telah mengikuti pengajaran Agama (Katekisasi)
1. Hindu
-            Dapat menjelaskan  sejarah kerajaan /candi – candi agama Hindu di Indonesia
-            Dapat melafalkan dan bertindak  sebagai pemimpin persembahyangan  Panca Sembah.
-            Dapat menjelaskan Samsara / Punarbawa atau reinkarnasi sebagai bentuk  untuk penyempurnaan kelahiran berikutnya.
-            Dapat menjelaskan konsep Ajaran Asta Brata
-            Dapat melakukan gerakan dan  menjelaskan fungsi, serta manfaat dari setiap gerakan Yoga Asanas.
-            Dapat melafalkan dan mengkidungkan  lebih dari satu bentuk Dharma Gita
-            Dapat menjelaskan bentuk dan fungsi dari seni sakral keagamaan Hindu.
1. Buddha
-            Dapat memimpin dan mengorganisir kebaktian (pagi dan sore) serta perayaan hari-hari besar Agama Buddha;hari Waisak, Asadha, Kathina, Maggapuja)
-    Saddha: Mendiskripsikan ruang lingkup dan intisari Tripitaka
-    Menjelaskan makna dan manfaat puja serta doa
-    Mendiskripsikan sila sebagai bagian dari jalan mulia berunsur delapan
-    Menjelaskan kebenaran yang terdapat dalam tripitaka               
2.        Dapat menerima kritik dari orang lain, serta berani mengeluarkan pendapatnya dengan tertib, sopan dan santun kepada orang-orang di sekitarnya
3.        Dapat mengikuti dan atau memimpin diskusi Ambalan dan mampu mengambil keputusan          
4.        Dapat menjadi penengah (memberi solusi), jika terjadi ketidaksepahaman dalam kelompoknya
5.        Mengikuti pertemuan Ambalan sekurang-kurangnya 3 kali setiap bulan bulan
6.        Setia membayar iuran kepada Gugusdepannya, dengan uang yang seluruhnya atau sebagian diperolehnya dari usaha sendiri, serta membantu Ambalan dalam mengelola administrasi keuangan
7.        Dapat memimpin rapat dan membuat risalah dengan baik
8.        Pernah memimpin kegiatan di tingkat Ambalan
9.        Pernah memimpin kerja bakti di masyarakat minimal 2 kali
10.   Dapat memimpin kelompok dalam menampilkan salah satu jenis kesenian daerah
11.   Dapat menjelaskan sebagian isi AD & ART Gerakan Pramuka kepada Ambalan 
12.   Dapat menjelaskan di muka umum tentang sejarah kepramukaan Indonesia dan dunia  
13.   Dapat melakukan pengembaraan selama 3 hari dan atau mengatur kehidupan perkemahan selama minimal 3 hari
14.   Dapat menjelaskan sejarah, arti, tatacara penggunaan dan kiasan Sang Merah Putih     
15.   Dapat menjelaskan peran  Indonesia dalam organisasi ASEAN dan PBB
16.   Telah memiliki keterampilan kewirausahaan yang dapat menghasilkan uang.
17.   Dapat membuat salah satu jenis peralatan teknologi tepat guna.
18.   Secara berkelompok dapat membuat struktur dari keterampilan tali temali dan pionering, yang dapat digunakan masyarakat.
19.   Selalu berolahraga, Dapat melakukan olahraga renang selain  gaya bebas dan menguasai 1 (satu) cabang olahraga lainnya.
20.   Dapat memahami dan menjelaskan tentang kesehatan reproduksi
21.   Dapat mempersiapkan susunan dan pelaksana upacara, telah mempersiapkan minimal 3 kali upacara, telah menjadi pelaksana upacara minimal 3 kali.
22.   Dapat menyebutkan  penyebab dan cara pencegahan  penyakit infeksi, degeneratif dan penyakit yang disebabkan perilaku tidak sehat.


PANDEGA
1.   Islam
-            Dapat menjelaskan makna Rukun Iman, Rukun Islam, dan Ihsan  serta memberikan contohnya dalam bentuk tulisan
-            Dapat menjama' dan mengqashar sholat serta mampu menjadi Imam dalam Sholat berjamaah
-            Mampu mengajak teman - teman untuk melaksanakan puasa sunah
-            Dapat merawat  jenazah
-            Dapat menjelaskan perbedaan zakat fitrah dan zakat mal serta dapat menghitung nisab zakat mal
-            Dapat menafsirkan ayat alquran dan hadist secara tematik serta dapat menjelaskannya.

1.Khatolik
-            Dapat menyebut dan menghayati 5 (lima) pondasi hidup gereja: bersekutu, beribadah, mendalami iman, saling melayani, dan bersaksi
-            Dapat menjelaskan dan mendeskripsikan hierarki Gereja dalam bentuk tulisan.

1. Protestan
-            Dapat menyanyikan minimal 6 lagu Gerejani dan memimpin nyanyian Gerejani
-            Dapat memimpin doa dalam pertemuan satuannya
-            Dapat memimpin suatu kelompok dalam mempelajari AlKitab
-            Dapat membantu seorang calon Siaga atau calon Penggalang sampai memenuhi SKU untuk Pramuka golongan Siaga tingkat Siaga Mula atau golongan Penggalang tingkat Penggalang Ramu di bidang pendidikan agama Protestan.

1. Hindu
-            Dapat menjelaskan sejarah perkembangan Agama Hindu di dunia
-            Dapat menjelaskan korelasi konsep kepemimpinan Hindu dengan kepemimpinan moderen dalam bentuk tulisan
-            Dapat menjelaskan fungsi Dharma Gita sebagai bentuk  pemantapan  Sradha dan Bhakti Umat  dalam bentuk tulisan.
-            Berperan aktif dalam upaya pengembangan Dharma Gita di Masyarakat.
-            Berperan aktif dalam upaya pengembangan ajaran yoga menuju masyarakat sehat secara physik maupun mental.
-            Mampu menjelaskan  konsep Catur Asrama  dalam bentuk tulisan.
-            Aktif di masyarakat dalam pelaksanaan Meditasi.
-            Berperan aktif dalam upaya peningkatan pengetahuan keagamaan Hindu di tingkat Siaga dan Penggalang (konsep Brahmacaria)

1. Buddha
-            Menyebutkan bagian-bagian dari kitab suci Tripitaka Bagian Sutta dan Abhidhamma Pitaka.
-            Dapat menjelaskan pengertian sila dan manfaat melaksanakan sila
-            Mempraktikkan latihan Athasila setiap hari Uposatha
-            Melatih meditasi Vippasana pagi dan sore.

2.     Dapat memimpin dan mengorganisir kebaktian (pagi dan sore) serta perayaan hari-hari besar Agama Buddha;
3.    Dapat membimbing cara membaca/melafalkan paritta-paritta suci kepada Pramuka Penggalang sampai mencapai Penggalang Ramu.

4.     Berani mengajukan saran dan kritik untuk membangun desanya kepada aparat pemerintah setempat.
5.    Dapat mengikuti dan atau memimpin diskusi Racana dan mampu mengambil keputusan.
6.    Dapat mengatasi suatu permasalahan/perselisihan yang terjadi dalam masyarakat dengan bijak.
7.    Mengikuti pertemuan di Racana sekurang-kurangnya3 kali setiap bulan.
8.    Setia membayar iuran kepada Gugusdepannya, dengan uang yang seluruhnya atau sebagian diperolehnya dari usaha sendiri, serta membantu Racana dan Gugusdepan dalam mengelola administrasi keuangan.
9.    Dapat membuat tulisan dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik serta dapat memaparkannya di depan pertemuan.
10.   Mampu membuat perencanaan kegiatan ditingkat Racana
11.   Dapat merencanakan dan memimpin kerja bakti sesuai keperluan  masyarakat serta menguasai management Penanggulangan Becana berbasis masyarakat.
12.   Telah memahami makna upacara adat di masyarakatnya dan ikut berperan aktif
13.   Memahami Undang-undang Gerakan Pramuka dan dapat menjelaskan isi AD & ART Gerakan Pramuka dalam bentuk tulisan.
14.   Dapat menjelaskan tentang sejarah kepramukaan Indonesia dan dunia dalam bentuk tulisan
15.   Dapat menjelaskan tentang penggunaaan jam, kompas, tanda jejak dan tanda-tanda alam serta tata cara pengembaran kepada regu atau sangga
16.  Dapat menjelaskan peran pemuda dalam mengisi kemerdekaan dengan bentuk tulisan,                                                         mampu menganalisis dan menulis simbol-simbol nasionalisme Indonesia (NKRI, Lambang Negara, lagu wajib Nasional) sesuai UU No. 24 tahun 2009
17.   Mampu menjelaskan fungsi dan peran Indonesia dalam organisasi ASEAN dan PBB dalam bentuk tulisan
18.   Dapat membuat proposal usaha mandiri dengan baik dan dapat melakukan kegiatan wirausaha.
19.   Dapat menciptakan mengembangkan peralatan teknologi tepat guna.
20.   Dapat memberikan penjelasan tentang tali temali dan pionering kepada Pramuka Penggalang/ Penegak
21.   Sudah mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Dasar
22.   Mampu mengajarkan  olahraga renang gaya bebas kepada orang lain dan menguasai 2 (dua) cabang olahraga salah satunya cabang olahraga beladiri serta dapat menjadi instruktur Senam Pramuka/Senam Kebugaran Jasmani (SKJ)
23.   Dapat membahas dan menganalisis tentang kesehatan Reproduksi
24.   Dapat menjadi Perwira Upacara dan Instruktur Baris Berbaris
25.   Mampu melakukan penyuluhan tentang penyebab dan cara pencegahan penyakit infeksi, degeneratif dan penyakit yang disebabkan perilaku tidak sehat serta dapat melaksanakan PPGD.
26.   Melakukan perencanaan dan pengelolaaan perkemahan dan atau pengembaraan 3 hari berturut – turut.

Pelantikan Dewan Kerja Cabang Kerinci Masa Bhakti 2010-2015

E-mail Print PDF

Bertempat di Lokasi Jambore Cabang Kerinci anggota Dewan Kerja Cabang Kerinci masa bhakti 2010-2015 dalam hal ini dilantik secara resmi oleh Bupati Kerinci H. Murasman, S.Pd., MM. selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kerinci.
Daftar nama anggota DKC Kerinci masa bhakti 2010-2015.
Poni Helmandra, Imi Susanti, Frans Sanitra, Najmi Kurnia Pratama, Bony Olivia Fenda, Okky Apriyanto, Reki Afrian, Rendy Afrian Pratama, Cendy Dermanto, Andial Junira, Eriza Melda, Etri Dewi, Frama Rivaldi, Intan Fitri, Tri Sakt Oktaliza, Ramayanti, Desi Arisanti.
Sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan masa depan Gerakan Pramuka serta merupakan bagian integral dari kwartir, yang berkedudukan sebagai badan kelengkapan kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan membantu kwartir menyusun kebijakan dan pengelolaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. DKC Kerinci diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas anggota Gerakan Pramuka terutama Pramuka Penegak dan pandega dalam jajaran Kwarcab Kerinci.
Seperti yang disampaikan oleh Bukhari Ahmad, S.PdI, purna DKC Kerinci 2005-2010 mengharapkan kepada anggota DKC Kerinci yang sekarang mampu berbuat lebih banyak guna perkembangan Gerakan Pramuka terurama di Kwarcab Kerinci sehingga mampu menjadikan Gerakan Pramuka sebagai solusi handal dalam mengatasi permasalahan kaum muda.
Pada acara ini juga hadir Nikmarijal, S.PdI yang menjabat Ketua DKC Kerinci masa bhakti 2005-2010, serta mengucapkan selamat atas Pelantikan DKC Kerinci Masa bhakti 2010-2015, dengan dilantiknya DKC Kerinci ini yang akan memberikan perubahan dan perkembangan serta peningkatan yang begitu pesat di ranah Kwartir Cabang Kerinci. (RR)

Penegak adalah anggota gerakan Pramuka yang sudah memasuki jenjang umur 16 sampai 20 tahun

Tingkatan dalam Pramuka Penegak

Ada beberapa tingkatan dalam Penegak yaitu :
  • Penegak bantara
  • Penegak laksana
  • penegak


dimana tingkatan tersebut penegak laksana ialah tingkatan tertinggi dalam Golongan Penegak

Satuan

Satuan terkecil Pramuka Penegak disebut Sangga yang terdiri atas 7 sampai 10 orang Penegak. Sangga dipimpin salah seorang Penegak yang disebut Pimpinan Sangga (Pinsang). Setiap 4 Sangga dihimpun dalam sebuah Ambalan, yang dipimpin Pradana. Didalam Ambalan terdapat struktur organisasi yang lengkap misal : Kerani (juru tulis), Juang (Juru Uang), Juru Adat atau Pemangku Adat dan Anggota. Setiap Ambalan mempunyai nama yang bermacam-macam, bisa nama pahlawan, tokoh pewayangan dan lain sebagainya.

Kode Kehormatan

Kode Kehormatan untuk Pramuka Penegak terdiri atas Satya(janji) dan Ketentuan Moral (Dharma)
Janji Pramuka Penegak disebut Trisatya. Bunyi Trisatya Pramuka Penegak berbeda dengan Trisatya Penggalang. Berikut bunyi Trisatya Penegak:
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan negara kesatuan Republik IndonesiaMengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, menepati Dasa Darma.
Ketentuan Moral Pramuka penegak disebut Dasa Dharma. Berikut isi Dasa Dharma Penegak:
DASA DHARMA
  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Cinta alam dan kasih sayang kepada manusia
  3. Patriot yang sopan dan ksatria
  4. patuh dan suka bermusyawarah
  5. rela menolong dan tabah
  6. Rajin, trampil dan gembira
  7. Hemat cermat dan bersahaja
  8. Disiplin, berani dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Kegiatan-kegiatan Penegak

Kegiatan Pramuka Penegak adalah perwujudan dari sumpah di atas. Berikut ini acara-acara pertemuan Penegak:
  • Lompat Tali (Kegiatan ini dilaksanakan di masing-masing Ambalan)
  • Pelantikan penegak, Penegak Bantara & Laksana
  • Gladian Pimpinan Sangga (DIANPINSA)
  • Raimuna (Rover Moot)
  • Perkemahan Wirakarya (Community Development Camp)
  • Perkemahan Bhakti (sama dengan Perkemahan Wirakarya tetapi merupakan acara Satuan Karya)
  • Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On The Internet (JOTI)
Sumber : http://id.wikipedia.org

DAFTAR NAMA SEKOLAH DAN NOMOR GUGUS DEPAN
DALAM KABUPATEN KERINCI
KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA KERINCI






KODE KWARRAN NO. SEKOLAH NO GUDEP
KWARRAN PUTRA PUTRI






05 AIR HANGAT 1 SD. No 31/III Muara Semerah 001 002


2 SD. No 32/III Pasar Semurup 003 004


3 SD. No 33/III Air Tenang 005 006


4 SD. No 34/III Pendung Hilir 007 008


5 SD. No 40/III Koto Majidin Mudik 009 010


6 SD. No 63/III Koto Tengah 011 012


7 SD. No 64/III Koto Baru 013 014


8 SD. No 83/III Koto Majidin Mudik 015 016


9 SD. No 84/III Desa Baru 017 018


10 SD. No 108/III Koto Mudik 019 020


11 SD. No 116/III Koto Dua Lama 021 022


12 SD. No 117/III Koto Datuk 023 024


13 SD. No 119/III Koto Majidin Hilir 025 026


14 SD. No 157/III Pendung Mudik 027 028


15 SD. No 178/III Koto Dua Baru 029 030


16 SD. No 191/III Koto Cayo 031 032


17 SD. No 192/III Air Panas 033 034


18 SD. No 193/III Koto Mubai 035 036


19 SD. No 220/III Pugu 037 038


20 MI NO. 72/E.3 Koto Baru Semurup 039 040


21 MI NO. 114/E.3 Pendung Mudik Semurup 041 042


22 MI NO. 13/E.3 Koto Majidin 043 044


23 SMPN 1 Kerinci 045 046


24 SMPN 24 Kerinci 047 048


25 SMPS ATTAYYIBAH 049 050


26 MTsN Air Hangat 051 052


27 MTsS Nurul Haq Semurup 053 054


28 MAS Nurul Haq Semurup 055 056


29 SMA N 2 Kerinci 057 058


30 SMK HUMANIORA 059 060

DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK & PANDEGA

Dewan Kerja Pramuka
  1. Dewan Kerja Pramuka adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan masa depan Gerakan Pramuka.
  2. Dewan Kerja Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir, berkedudukan sebagai badan kelengkapan kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan membantu kwartir menyusun kebijakan dan pengelolaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
  3. Anggota Dewan Kerja Penegak dan Pandega Putera dan Puteri dalam jajaran kwartir dipilih oleh Musyawarah Penegak dan Pandega Putera dan Puteri jajaran kwartir yang bersangkutan kemudian disahkan dan dilantik oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Masa bakti Dewan Kerja sama dengan masa bakti kwartirnya. Apabila Ketua Dewan Kerja Pramuka terpilih seorang putera, maka harus dipilih seorang puteri sebagai Wakil Ketua atau sebaliknya. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka adalah ex-officio anggota kwartir/andalan.
  4. Tingkat Nasional disebut Dewan Kerja Nasional ( DKN )
  5. Tingkat Daerah disebut Dewan Kerja Daerah ( DKD )
  6. Tingkat Cabang disebut Dewan Kerja Cabang ( DKC )
  7. Tingkat Ranting disebut Dewan Kerja Ranting ( DKR )
  8. Fungsi dan Tata kerja Dewan Kerja diatur dalam Surat Keputusan tersendiri.

tentanng logo RAICAB IV kerinci

Design logo Raimuna Cabang IV Gerakan Pramuka  Kerinci tahun 2011


Penjelasan Logo :
  1. Warna Kuning Emas, merupakan kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan 50 tahun gerakan pramuka
  2. Warna Hijau merupakan kegiatan yang di titik fokuskan pada pelestarian lingkungan dan cinta alam,
  3. Warna biru melambangkan bahwa kegiatan ini tidak terlepas dari ketaatan dan ketakwaan kepada sang pencipta Allah SWT,
  4. Warna kuning melambangkan kemakmuran masyarakat kerinci,
  5. Tulisan "Raimuna cabang kerinci IV 2011" merupakan nama kegiatan yang akan dilaksanakan,
  6. Peta wilayah kerinci merupakan tempat pelaksanaan kegiatan yang dimaksud.

Minggu, 23 Oktober 2011

Mengenal lebih dekat dalil satiri

Misterikerinci.Hiang-Memiliki motto"Semangat,Setia,menuju mandiri.Jeli dalam memilih moto.Dalil.R.Satiri.Namanya sudah demikian akrab dikalangan anggota pramuka Kerinci.
Ia bukan orang asing, telah kenyang dan kaya dengan pengalaman .Ia dilahirkan,08 Desember 1967.


Seabrek jabatan di kepramukaan jangan ditanya,pengemar bakso ini.Mulai dari korps pelatih kwarda Jambi,hingga andalan cabang Kerinci.Termasuk sekretaris kwarda cabang Kerinci.
"lah kayo dengan pengalaman dan berbagai piagam lainya.bejibunlah"Ujarnya membuka suara disela-sela acara kegiatan Kwartir cabang Pramuka kerinci.Jumat (22/10) dibetung Kuning,Setinjau laut.

Jabatan pokoknya.Ia adalah seorang guru SMP 7 ditanjung Tanah.Kecamatan danau Kerinci.Tak hanya itu,Pernah mengikuti Khursus,mahir dasar ditahun 1991 dan khurus mahir lanjutan ditahun 1991 .

Belum puas dikembangkan lagi pada Khursus pengelola kwartir ditahun 2000 dan ditahun yang sama dilanjutkan pada khursus pengelola dasar.dan ditahun dikembangkan pada khursus pengelola lanjutan ditahun 2005 yang digelar di Sumsel.

Dalam menemani hari-harinya memiliki seorang isteri,Erda Nurmalaini.Bekerja sebagai seorang perawat bayi Puskemas Hiang.Memiliki tiga orang anak,masing-masing,Lusi masih terdfar sebagai pada mahasiswi akademio farmasi Jambi.Dan Ilham sebagai siswa SMAn 1 Kerinci.

Kegemaran disamping bakso.Ia sangat menyukai Gulai Sampadeh.Namun lebih gemar pada goreng belut."Makanan itu,memang enak dan menjadi makanan favorite diantara yang ada lainya"imbuhnya menutup bincang dengan Misterikerinci.



                        RAICAB IV Kerinci


               PRAMUKA MEMBANGUN GENERASI MUDA

pelantikan

Pelantikan Kamabicab dan Kwarcab Pramuka Kabupaten Kerinci

Bupati saat pelantikan pramuka kerinci
penulis :Sepriyono Humas
Kerinci - Ketua pengurus Kwartir cabang Pramuka Propinsi Jambi Pirdaus resmi melantik Ketua Majelis Cabang ( Kamabicab) Kabupaten Kerinci yang juga bupati Kerinci dan Wakil Ketua Kambicab Wakil Bupati Kerinci Periode 2010-2015 di Gedung nasional Sungai Penuh yang di hadiri oleh pengurus kwartur Cabang Pramuka Kerinci, unsur Muspida dan pengurus Pramuka Kerinci.
Selain pelantikan Kamabicab, Bupati Kerinci selaku Ketua Kamabicab juga melantik Ketua dan pengurus Kwartir Cabang gerakan Pramuka Kabupaten Kernci yang juga sekda Kerinci, pelantikan pengurus Kwarcab Pramuka Kerinci berlangsung khidmat.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Propinsi Jambi mengatakan kita menyadari bersama bahwa selain dari sisi internal kita, adanya kevakuman kegiatan kepramukaan, keterbatasan fasilitas dan sarana pendukung kegiatan kepramukaan, keterbatasan fasilitas dan sarana pendukung kegiatan kepramukaan mejadi pekejaan rumah yang saagat besar bagi kita seua untuk mamajukan Pramuka.
Mantas Sekda Propinsi Jmabi Ini juga mengatakan kedepan kita akan membuat formulasi pebinaan yang tepat, efektif dan efesien sembari kita rapatkan barisan dengan selalu melakukan langkash-langkah yang terkoordinasi dalam setiap struktur /jenjang di internal kita sendiri.
Oleh sebaba itu, Kata Pirdaus kepada pengurus yang baru dilantik saya harapkan agar dapat bekerja sungguh-sungguh dan ikhlas untuk bersama-sama kita bangkitkan kembali gairah dalam menyelenggarakan pendidikan kepraukaan kea rah yang lebih baik lagi di Kabupaten Kerinci.
Dimbahkanya lagi, dalam rangka meningkatkan pembangunan di Kabupaten Kerinci, maa dianggap perlu di usahakan kegiatan-kegiatan kepramukaan bagi peserta didik dan golongan dewasa yang mengarah pada tercapainya kemampuan dan kualitas tata nilai yang mengandung norma-norma Pancasila dan perwujudan dari keikhlasan untuk berbakti kepada nusa, bangsa dan negara.
Sementara itu, ketua Kamabicab Parmuka Kabupaten Kerinci H. Murasman mengungkapkan tadi kitabaru saja menyaksikan prosesi pelantikan pengurus majelis pembimbing cabang dan kwartir cabang gerakan pramuka kerinci periode 2010-2015.
Pelantikan ini merupakan peristiwa yang sangat penting karena memiliki makna yang strategis dan menentukan seluruh kerangka pembinaan dan pengembangan generasi muda, dengan sutau keyakinan bahwa wadah gerakan pramuka dapat menjadi sarana pembinaan potensial dalam pengembangan watak dan kepribadian serta budi pekerti luhur generasi muda..
Di ungkapkannya, hal ini sesuai dengan keputusan presiden nomor 238 tahun 1961 dan isi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang mengatakan bahwa pendidikan kepanduan kepada anak dan pemuda Indonesia di tugaskan kepada gerakan pramuka dan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah , masyarakat dan keluarga.
“ selaku pemerintah Kabupaten Kerinci tidak ada pilihan lain melaksanakan tanggung jawab dengan memberikan perhatian yang sungguh terhadap upaya pembinaan watak dan kepribadian anak bangsa menuju masa depan yang lebih cerah melalui wadah pramuka.”. tegasnya.
Pelantikan hari ini merupakan moment baik bagi pembinaan kegiatan pramuka dalam mengatasi berbagai masalah generasi muda untuk membentuk watak dan kepribadian yang berjiwa patriot serta menumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki terhadap organisasi kepramukaan. Tandasnya. Yon


Kamabicab & Kwarcab Pramuka Kerinci Dilantik



Pengurus pramuka cabang Kerinci dilantik Ketua Pengurus Kwartir Cabang Pramuka Provinsi Jambi, AM Firdaus.(F:Averman)
Pengurus pramuka cabang Kerinci dilantik Ketua Pengurus Kwartir Cabang Pramuka Provinsi Jambi, AM Firdaus.(F:Averman)
KERINCI - Ketua pengurus kwartir cabang pramuka Provinsi Jambi, AM Firdaus secara resmi melantik ketua majelis cabang (Kamabicab) Kabupaten Kerinci yang juga Bupati Kerinci dan Wakil Ketua Kamabicab Wakil Bupati Kerinci  periode 2010-2015 di Gedung Nasional Sungaipenuh. Selain pelantikan Kamabicab, Bupati Kerinci  Murasman selaku Ketua Kamabicab juga melantik ketua dan pengurus kwartir cabang gerakan pramuka Kabupaten Kerinci yang juga Sekda Kerinci, Dasra. Pelantikan pengurus kwarcab pramuka Kerinci berlangsung khidmat.

‘’Kita sadari bersama bahwa selain dari sisi internal kita, adanya kevakuman kegiatan kepramukaan, keterbatasan fasilitas dan sarana pendukung kegiatan kepramukaan. Keterbatasan fasilitas dan sarana pendukung kegiatan kepramukaan menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar bagi kita semua untuk memajukan pramuka,’’ ujar Am Firdaus. Mantan Sekda Provinsi Jambi  ini juga mengatakan  ke depan akan membuat formulasi pembinaan yang tepat, efektif dan efisien sembari rapatkan barisan dengan selalu melakukan langkah-langkah yang terkoordinasi dalam setiap struktur jenjang di internal sendiri.

‘’Oleh sebab itu, kepada pengurus yang baru dilantik saya harapkan agar dapat bekerja sungguh-sungguh dan ikhlas untuk bersama-sama kita bangkitkan kembali gairah dalam menyelenggarakan pendidikan kepramukaan ke arah yang lebih baik lagi di Kabupaten Kerinci,’’ tuturnya.
Ditambahkan lagi, dalam rangka meningkatkan pembangunan di Kabupaten Kerinci, maka dianggap perlu diusahakan kegiatan-kegiatan kepramukaan  bagi peserta didik dan golongan dewasa yang mengarah pada tercapainya kemampuan dan kualitas tata nilai yang mengandung norma-norma Pancasila. Dan perwujudan dari keikhlasan untuk berbakti kepada nusa, bangsa dan negara.

Sementara itu, Ketua Kamabicab Parmuka Kabupaten Kerinci H Murasman mengungkapkan pelantikan ini merupakan peristiwa yang sangat penting. Karena memiliki makna yang strategis dan menentukan seluruh kerangka pembinaan serta pengembangan generasi muda. Dengan suatu keyakinan bahwa wadah gerakan pramuka dapat menjadi sarana pembinaan potensial dalam pengembangan watak dan kepribadian serta budi pekerti luhur generasi muda. Diungkapkannya, hal ini sesuai dengan keputusan Presiden nomor 238 tahun 1961 dan isi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang mengatakan pendidikan kepanduan kepada anak dan pemuda Indonesia ditugaskan kepada gerakan pramuka dan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga. ‘’Selaku Pemerintah Kabupaten Kerinci tidak ada pilihan lain melaksanakan tanggung jawab dengan memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap upaya pembinaan watak dan kepribadian anak bangsa menuju masa depan yang lebih cerah melalui wadah pramuka,’’ tegasnya. Pelantikan hari ini merupakan momen baik bagi pembinaan kegiatan pramuka dalam mengatasi berbagai masalah generasi muda untuk membentuk watak dan kepribadian yang berjiwa patriot serta menumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki terhadap organisasi kepramukaan.

Penetapan Logo,Lagu dan Maskot HUT Pramuka ke 50 tahun 2011


LOGO, LAGU DAN MASKOT HARI PRAMUKA KE 50 TAHUN 2011Kwartir Nasional Gerakan Pramuka telah mengeluarkan penetapan Logo, Lagu dan Maskot dalam rangka kegiatan peringatan Hari Pramuka ke 50 Tahun 2011.
Sesuai dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor : 019 Tahun 2011 maka Logo, Lagu dan Maskot yakni :
LOGO 50 TAHUN GERAKAN PRAMUKA

LOGO HUT 50 TAHUN PRAMUKA 201


Penjelasan Makna Logo :50 Tahun Gerakan Pramuka dalam usia 100 tahun Kepanduan di Indonesia menjadi Momentum memperkuat Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi Kepramukaan yang menjadi wadah pembinaan kaum muda menuju kejayaan Indonesia dalam semangat dan jiwa persatuan dan kesatuan.
Warna :
Merah lambang keberanian..
Putih lambang kesucian.
Ungu/ wulung lambang kematangan dan kecintaan.
Kuning lambang kejayaan.
Hitam lambang kekuatan dan keabadian.
MASKOT 50 TAHUN GERAKAN PRAMUKA

maskot HUT PRAMUKA KE 50 2011



Penjelasan Makna Maskot :Nama Maskot si Jambul,. Si Jambul diambil dari karakter atau ciri khas satwa yang dijadikan Maskot yaitu elang Jawa yang memiliki jambul di atas kepalanya.3 helai bulu pada kepala melambangkan Trisatya.10 Helai bulu pada sayap melambangkan Dasa Darma5 helai bulu pada ekor melambangkan Pancasila.Warna :Warna pada maskot mengambil warna-warna dominasi coklat yang sudah menjadi identitas warna Gerakan Pramuka.
Lagu

Rabu, 12 Oktober 2011


Bupati Raih Penghargaan Dharma Bakti Pramuka

Bupati Kerinci
 Bupati Kerinci Kembali menerima Penghargaan dari pemerintah pusat yang diserahkan melalui Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, kali ini Bupati Kerinci meraih penghargaan dari Kwartir Nasional di bidang Pramuka yang di serhakan oleh Gubernur Jambi (29/09 di ruang pola Kantor Gubernur Jambi.
Penghargaan di bidang Parmuka yang di raih Bupati di beri nama penghargaan Dharma Bakti Pramuka di Propinsi Jambi.oleh sebab itu penghargaan yang diberikan ini menjadi pedoman untuk mamajukan dunia pramuka di Kabupaten Kerinci.
Hal tersebut di akui Kabid Pemuda Disporaparbud Kabupaten Kerinci Tarmizi, menurut Tarmizi memang benar belum lama ini Bupati Kerinci H Murasman telah menerima penghargaan dari Kwartir Nasional Paramuka.” Penghargaan tersebut adalah penghargaan dharma bakti Pramuka yang di serahkan oleh Gubernur Jambi”. Ujar Tarmizi.
Di katakana Tarmizi, penghargaan tersebut di berikan kepada Bupati Kerinci, karena Bupati Kerinci telah memberikan pengabdian untuk pramuka, serta mendukung perkembangan kepramukaan di Kabupaten Kerinci , sehingga Pramuka di Kabupaten Kerinci bisa lebih banyak kegiatan.
Selain itu, kata Tarmizi, Bupati Kerinci juga telah mencurahkan pikiran dan bantuannya baik berupa moriil maupun materiil demi kemajuan Pramuka di Kabupaten Kerinci dan kegiatan pramuka bermanfaat untuk masyarakat Kerinci.
Ditambahkannya, kami selaku pelaksana Kwartir Kabupaten tentu sangat merespon penghargaan yang telah di terima oleh Bupati Kerinci, kata dia untuk kedepan Kwartir Pramuka Kabupaten Kerinci akan memberikan pembinaan yang lebih intens kepada insane Pramuka di Kabupaten Kerinci, khusus untuk Kegiatan Pramuka akan lebih di fokuskan bermanfaat untuk masyarakat. Tandasnya. Yon.

Jumat, 07 Oktober 2011






ESTAFET TUNAS KELAPA - KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA 2011


PEDOMAN PELAKSANAAN

I. Pendahuluan
Tahun 2011 ini Gerakan Pramuka memasuki usia emas, usia 50 tahun. Pernyataan dan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah meridhoi Gerakan Pramuka dengan seluruh anggota dan pemangku kepentingan dapat beraktifitas untuk dapat mengabdikan dirinya kepada pendidikan karakter anak bangsa yang berjati diri Pancasila melakukan pengabdiannya kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Bagi pramuka hal ini merupakan kebahagiaan yang sangat besar sehingga mampu mendorong dan mengembangkan tekad, untuk menjadikan Gerakan Pramuka suatu organisasi pendidikan luar sekolah yang berdaya guna besar bagi anak muda bangsa Indonesia.
Lima puluh tahun yang lalu sejarah telah menorehkan landasan yang kokoh atas keberadaan Gerakan Pramuka melalui Kepres 038 tahun 1961. Sekarang ketika organisasi ini berusia 50 tahun maka landasannya semakin kokoh yaitu UU no. 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
Pada Peringatan 50 tahun ini perlu ada satu momen/aktifitas yang mendasar dan mampu menampung aspirasi, dengan memberikan pencerahan tentang Gerakan Pramuka di masa mendatang (UU No. 12/2010). Menyelenggarakan berbagai kegiatan kepramukaan sesuai dengan kemampuan daerah maupun cabang. Inovasi untuk mengembangkan ide dan gagasan yang dituangkan secara aplikatif untuk pemberdayaan masyarakat. Apresiasi yang menghargai dan menghormati kerja keras segenap potensi pemangku kepentingan kepramukaan. Semua itu akan mengetuk segenap masyarakat bangsa untuk mampu menyulam persatuan dan kesatuan seluruh wilayah Indonesia. Hal itu yang mendorong dilakukan kegiatan ESTAFET TUNAS KELAPA (ETK).
Kegiatan kirab dan perjalanan Pataka Tunas Kelapa menyusuri seluruh wilayah tanah air akan berangkat dari delapan penjuru mata angin bergerak dengan estafet yang gagah dan perkasa menuju Ibukota Negara, yang melambangkan persatuan dan kesatuan secara utuh dan menyeluruh anak muda dan orang dewasa menuju cita-cita “Kejayaan Indonesia”.


Untuk dapat dilaksanakan secara utuh, maka ETK harus ditindaklanjuti oleh masing-masing Kwartir Daerah menyelenggarakan aktifitas yang sama untuk dilaksanakan di wilayah kerjanya masing-masing. Insya Allah setiap pemangku kepentingan kepramukaan akan tanggap dan siap untuk menorehkan setitik bakti untuk tanah pertiwi.

II. Maksud dan Tujuan Maksud : Estafet Tunas Kelapa, ini diselenggarakan dengan maksud untuk lebih memasyarakatkan Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan generasi muda, sebagai penerus perjuangan bangsa yang yang berjiwa dan berwatak Pancasilais

Tujuan :
Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ETK , antara lain :
Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Meningkatkan potensi: spiritual, mental, emosional, fisik dan sosial anggota Pramuka melalui aktivitas, pengetahuan, keterampilan, teknologi, seni, budaya, olahraga dan lainnya. Meningkat mantapkan perasaan dan semangat, persaudaraan persatuan, kesatuan, secara internal pada jajaran Pramuka dan secara umum menyatu erat di masyarakat. Melakukan secara nyata, perwujudan Dasadarma Pramuka. Mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang ber“Bhinneka Tunggal Ika”
III. Thema dan Motto Thema : Dengan Estafet Tunas Kelapa kita wujudkan
“Satu Pramuka untuk Satu Indonesia, Jayalah Indonesia“

Motto : Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.



IV. Formasi Barisan Pasukan ETK 2011
Dwi Satya - Pembawa spanduk bertuliskan thema
Tri Satya - Pembawa Bendera Merah Putih
- Pembawa Pataka ETK 2011
- Pembawa Bendera Pramuka
Dasa Dharma Pembawa Tunas Kelapa 10 orang
satu orang merangkap sebagai Pinru.

Bindamping Regu ETK.:
B.1 Pembawa Bendera morse ,dengan warna dasar putih strip hitam ,untuk pemberangkatan pasukan ( start).
B2. Pembawa Satu Tas ransel berisi Peralatan Kepramukaan dan obat obatan.(PPPK)

Catatan : Pasukan Pendukung dan penggembira, jumlah dan pengaturannya
diserahkan sepenuhnya sesuai keadaan daerah yang bersangkutan.

V. Perlengkapan

1. Peserta :
1) Peserta ETK adalah seluruh Kwartir Daerah di Indonesia, dengan mengikutsertakan anggota muda maupun anggota dewasa serta dukungan seluruh pemangku kepentingan Pramuka.
2) Setiap Etape menyiapkan pasukan inti, sebanyak 17 orang.
3) Susunan Pasukan terdiri atas Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak/Pandega serta Pembina (Dewasa)
4) Pasukan Pendukung (anggota Pramuka) dan Pasukan Penggembira (masyarakat) disesuaikan dengan situasi dan keadaan kwartir.

2. Pakaian
1) Pakaian peserta inti, seragam Pramuka.
2) Pasukan Pendukung, beridentitas Pramuka
3) Penggembira menyesuaikan ( rapi dan sopan).
4) Untuk kelompok Seni / Olahraga / Ormas Pemuda, sesuai dengan kebutuhan ( rapi dan sopan)

3. Perlengkapan :
1) Masing masing Kwartir, menyediakan :
(1) Sebuah spanduk ukuran 1 x 3 m mengangkat thema Hari Pramuka ke-50
(2) Bendera Merah Putih ukuran 80 x 120 Cm dipasang pada tiang setinggi 225 Cm
(3) Bendera Pramuka ukuran 75 x 105 Cm dipasang pada tiang setinggi 215 Cm
(4) Pataka ETK 2011, merupakan pengembangan dan inovasi dari Panji Pramuka.
(5) Tunas Kelapa, 10 buah, yang di siapkan pada ransel yang terbuat dari anyaman.
(6) Bendera morse, dengan warna dasar putih strip hitam, untuk pemberangkatan pasukan (start).
(7) Satu Tas ransel berisi Peralatan Kepramukaan (sederhana ) dan obat-obatan (PPPK).

VI. Kwartir Daerah Pemberangkatan dan Route Route ETK : Berangkat/Start dari 8 penjuru negeri.
1) Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan.
2) Kepulauan Riau (Kepri), Riau, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung.
3) Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta.
4) Kalimatan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, DKI Jakarta.
5) Maluku Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.
6) Papua, Papua Barat, Maluku, Sulawesi Tenggara.
7) Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat.
8) DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta.

Catatan : Route dan waktu telah dibahas pada rapat teknis ETK Nasional 2011, dibarengkan dengan Rakernas 2011, Peserta Sekretaris Kwarda se- Indonesia. Jadwal perjalan ETK terlampir.

VII. Atur Acara1. Atur acara keberangkatan. 1) Peserta yang hadir :
(1) Mabida/ Mabicab/ Mabiran dll.
(2) Anggota Muda: Siaga, Penggalang, Penegak ,Pandega,
(3) Anggota Dewasa: Pembina, Andalan, Instruktur, Pamong dll.
(4) Organisasi Kemasyarakatan.
2) Pembina Upacara Ketua Mabida / Mabicab .
3) Atur acara :
(1) Pasukan disiapkan dalam formasi Upacara dan Pasukan Inti ETK sesuai formasi yang ditetapkan.
(2) Pembina Upacara Menempatkan diri
(3) Penghormatan Umum
(4) Menyanyikan Hymne Pramuka.
(5) Laporan Pemimpin Upacara
(6) Laporan Panitia ETK Daerah .
(7) Sambutan Pembina Upacara
(8) Pengucapan thema ETK oleh Pembina Upacara ditirukan oleh seluruh peserta upacara.
(9) Penyerahan Pataka ETK dari Pembina Upacara kepada petugas pembawa ETK.
(10) Pembacaan Doa
(11) Laporan Pemimpin Upacara
(12) Penghormatan Umum.
(13) Pembina Upacara menuju tempat start.
(14) Pengibasan bendera Start oleh Bin Up.
(15) Upacara selesai.

2. Atur acara Timbang Terima . Model 1: Jumlah anggota terbatas.
1) Tempat dan penyelenggaraan.
Tempat : Perbatasan Daerah atau Kota yang disepakati
Penyelenggara : Penanggung jawab penyelenggaraan adalah Kwartir yang menerima ETK.
2) Peserta yang hadir : Kwartir Penerima
(1) Mabida/ Mabicab/ Mabiran dll.
(2) Anggota Muda: Siaga, Penggalang, Penegak ,Pandega,
(3) Anggota Dewasa : Pengurus Kwartir, Andalan, Instruktur, Pamong, Pembina, dll.
(4) Organisasi Kemasyarakatan.
3) Kwartir yang menyerahkan.
Mabida/Mabicab/Mabiran/Pimpinan Kwartir, Andalan dll .
4) Formasi Upacara
(1) Pasukan yang akan menerima (17 org) dengan segala perlengkapan kecuali Pataka.
(2) Pembawa pataka dari kwartir yang akan menyerahkan hadir ditempat serah terima.
5) Atur Acara.
(1) Pembina Upacara menempatkan diri.
(2) Penghormatan kepada Pembina Upacara, dipimpin oleh Ketua Regu Penerus (pasukan yang sudah siap di lapangan)
(3) Menyanyikan Hymne Pramuka
(4) Penyerahan Pataka Estafet kepada pembina upacara.
(5) Pengucapan thema ETK (Dengan Estafet Tunas Kelapa kita wujudkan Satu Pramuka untuk Satu Indonesia, Jayalah Indonesia), oleh Pembina Upacara diikuti oleh peserta upacara.
(6) Penyerahan Pataka dari Pembina Upacara kepada Petugas pembawa Pataka.
(7) Penghormatan Umum Kepada Pembina Upacara .
(8) Pembina Upacara menuju tempat pemberangkatan Estafet/garis start. diikuti para tamu undangan.
(9) Pendamping ETK penerus, menyerahkan bendera Start kepada Pembina Upacara.
(10) Pembina mengibaskan bendera start.
(11) Selesai.


Model 2. Jumlah anggota lengkap (17 orang).
1) Tempat dan penyelenggaraan.
Tempat : 5 Km dari pemberangkatan pertama .
Penyelenggara : Penanggung jawab penyelenggaraan adalah Kwartir yang menerima ETK.
2) Peserta yang hadir :
(1) Mabida/ Mabicab/ Mabiran dll.
(2) Anggota Muda: Siaga, Penggalang, Penegak ,Pandega,
(3) Anggota Dewasa : Pengurus Kwartir, Andalan, Instruktur, Pamong, Pembina dll.
(4) Organisasi Kemasyarakatan.
3) Formasi Barisan .
(1) Kedua regu berjajar, menghadap tujuan.
(2) Pembina Upacara (Mabi regu penerima) menempatkan diri di depan barisan diikuti oleh Bina damping.
(3) Mabi regu yang menyerahkan menempatkan diri didepan Bin Up (berhadapan).
4) Atur Acara
(1) Pasukan berhadapan ( dipimpin Dan Ru penerima ).
(2) Penghormatan kepada Regu Yang akan menyerahkan,
“ Kepada Regu pembawa Pataka – hormat Grak ! , ……….. Tegak Grak ! (oleh Dn Ru penerima)
Setelah memberi aba-aba, dan ru penerima segera mengambil tempat disebelah kiri Bin Up.
(3) Komandan Regu yang menyerahkan menempatkan diri sebelah kiri Mabi yang akan menyerahkan.
(4) Serah Terima ETK.
(a) Petuga pembawa Pataka menyerahkan Pataka kepada Mabi yang menyerahkan.
(b) Mabi yang menyerahkan, menyerahkan Pataka kepada Bin Up disertai ucapan : Kami serahkan Pataka Tunas Kelapa untuk diteruskan sampai tujuan.
(c) Bin Up menerima Pataka, dengan ucapan : Kami teruskan Pataka sampai tujuan.
(d) Bin Up, menyerahkan Pataka Tunas Kelapa kepada Danru yang meneruskan.
(e) Penyerahan seluruh perlengkapan Estafet dari regu yang menyerahkan kepada regu yang menerima.
(f) Mabi yang menyerahkan kembali menuju tempat undangan.
(g) Dua orang Danru kembali ketempat semula.
(5) Pasukan menghadap tujuan ( aba – aba Danru Penerima).
(6) Pengucapan thema ETK oleh Bin Up ditirukan oleh seluruh peserta upacara. (Pembawa Pataka Maju dan menyerahkan Pataka Pada Bin Up), setelah selesai kembali ketempat semula.
(7) Pembacaan Doa, oleh Petugas.
(8) Bindamping yang meneruskan pembawa bendera start maju, di samping Bin Up. Diteruskan penyerahan bendera start kepada Bin Up.
(9) Pemberangkatan ETK oleh Bin Up “ Tiga ….. Dua …… Satu Maju Jalan!
(10) Penghormatan kepada regu Penerus, dipimpin oleh Danru yang menyerahkan. “ Kepada Regu ETK , hormat grak Tegak … grak.! (oleh Danru yang menyerahkan)
(11) Selesai.

3. Atur Acara Penyemayaman . 1) Peserta yang hadir :
(1) Mabida/ Mabicab/ Mabiran dll.
(2) Anggota Muda: Siaga, Penggalang, Penegak ,Pandega,
(3) Anggota Dewasa : Pengurus Kwartir, Andalan, Instruktur, Pamong, Pembina, dll.
(4) Organisasi Kemasyarakatan.
2) Pembina Upacara : Mabi/Ketua Kwartir.
3) Atur acara :
(1) Pembina Upacara menempatkan diri.
(2) Penghormatan Kepada Bin Up.
(3) Laporan Pin Up.
(4) Menyanyikan Hymne Pramuka
(5) Laporan Ketua ETK
(6) Amanat Bin Up.
(7) Menyanyikan lagu Syukur
(8) Pembacaan Doa .
(9) Laporan Pin Up .
(10) Bin Up meninggalkan menuju tempat penyemayaman.
(11) Penyemayaman Perangkat ETK
(12) Selesai

VIII. Aktifitas pendukung. Disesuaikan dengan kemampuan daerah dan dukungan pemangku kepentingan, antara lain, berupa:
Perkemahan Penghijauan/Bakti masyarakat. Sosialisasi UU no. 12/2010 tentang Gerakan Pramuka. Pesta Siaga. Jambore. Olah raga. Seni budaya dll. IX. Penutup. Peristiwa usia lima puluh tahun adalah usia yang sangat dewasa, dimana pengalaman dan kematangan dalam berorganisasi dan mengabdi telah menjadi jati diri. Kegiatan ETK 2011 adalah ETK pertama tingkat Nasional yang menandai kemantapan dan kemapanan Gerakan Pramuka. Kalau ETK ini dapat dilakukan di setiap kwartir, (dengan modifikasi), maka akan memasyarakatkan jatidiri Gerakan Pramuka, sehingga Gerakan Pramuka akan menjadi pilihan utama generasi muda Indonesia, karena akan mampu mewujudkan jiwa dan karakter “manusia Pancasila” bagi setiap dada anak bangsa. Semoga Estafet Tunas Kelapa ini data memberikan kontribusi yang nyata perwujudan “bhinneka tunggal ika”.

Jayalah Pramuka Indonesia, Jayalah Negara dan bangsaku Indonesia.

Seksi ETK HUT Gerakan Pramuka ke-50
Dr. Soekardi, M.Pd



PERJALANAN ETK

I. Route I dari Aceh. Waktu
Pemberangkatan
Perjalanan Lokal
Penyerahan
1 Oktober 2011 - Aceh -
1-4 Oktober 2011 - Banda Aceh dst
5 Oktober 2011 - Sumatera Utara pkl. 09.00
5-7 Oktober 2011 - Medan dst
8 Oktober 2011 - Sumatera Barat
8-10 Oktober 2011 - Padang dst
11 Oktober 2011 - Kampar, Riau
12, 13 Oktober 2011 - Bangkinang, Pekan Baru, Pangkalan Kerinci, Rengat.
14 Oktober 2011 - Jambi
14-16 Oktober 2011 - Jambi dst
17 Oktober 2011 - Sumatera Selatan
Catatan : tanggal 17 Oktober 2011 di Sumsel juga masuk Etk dari Kepulauan Riau.

II. Route dari Riau Kepulauan. Waktu
Pemberangkatan
Perjalanan Lokal
Penyerahan
11 Oktober 2011 - Kepulauan Riau
11-13 Oktober 2011 - Kepulauan Riau
13 Oktober 2011 - Di Pangkal Pinang kpd Bangka Belitung
13-16 Oktober 2011 - Belitung dst
17 Oktober 2011 - di Palembang, Sumatera Selatan
17-21 Oktober 2011 - Palembang dst
22 Oktober 2011 - Lampung

III. Route dari Bengkulu Waktu
Pemberangkatan
Perjalanan Lokal
Penyerahan
18 Oktober 2011 - Bengkulu (Muko-Muko)
18-21 Oktober 2011,Muko-Muko, Bengkulu Utara, Kota Bengkulu dst
22 Oktober 2011 - di Lampung Barat
22-23 Oktober 2011 - Lampung
24 Oktober 2011 - di Merak kpd Banten
24-25 Oktober 2011 - Serang dst
26 Oktober 2011 - DKI Jakarta
26-27 Oktober 2011 - Jakarta Barat
28 Oktober 2011 - Kwarnas
Catatan: tanggal 22 Oktober 2011 Lampung menerima dari Bengkulu dan Sumatera Selatan.


IV. Route dari Utara Kalimantan
Waktu
Pemberangkatan
Perjalanan Lokal
Penyerahan
4 Oktober 2011 - Kalimantan Barat
4-8 Oktober 2011 - Pontianak dst
9 Oktober 2011 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah
9 Oktober 2011 - Kalimantan Tengah
10-14 Oktober 2011 - Palangkaraya dst
15 Oktober 2011 di Kapuas KM 14, perbatasan Kal Teng-Kal Sel
16-19 Oktober 2011 - Banjarmasin dst
20 Oktober 2011 di Desa Muara Langon, Kec. Muara Komam, Kal Timur
21-25 Oktober 2011 - Samarinda dst

26 Oktober 2011 - DKI Jakarta
28 Oktober 2011 - Kwarnas

V. Route dari Timur Laut : Maluku Utara dan Sulawesi Waktu
Pemberangkatan
Perjalanan Lokal
Penyerahan
27 Sept 2011 - Maluku utara
27-30 September 2011 - Ternate dst
1 Oktober 2011 - Sulawesi Utara
1-3 Oktober 2011 - Menado dst
4 Oktober 2011 - Gorontalo
4-6 Oktober 2011 - Gorontalo dst
7 Oktober 2011 - Sulawesi Tengah
7-9 Oktober 2011 - Palu dst
10 Oktober 2011 - Sulawesi Barat
10, 12 Oktober 2011 - Mamuju dst
13 Oktober 2011 - Sulawesi Selatan
13-15 Oktober 2011 - Makassar dst
16 Oktober 2011 - Sulawesi Tenggara Catatan: juga menerima ETK dari Maluku
16-18 Oktober 2011 - Kendari dst
19 Oktober 2011 - di Surabaya, Ja-Tim
Catatan : Jawa Timur menerima dari 2 route : Sulawesi Tenggara dan Bali.


VI. Route dari Timur Papua Waktu
Pemberangkatan
Perjalanan Lokal
Penyerahan
1 Oktober 2011 - Papua
1-6 Oktober 2011 - Jayapura dst

7 Oktober 2011 - Papua Barat
7-9 Oktober 2011 - Manokwari dst
9 Oktober 2011 di Sorong kepada Maluku
10 Oktober 2011 - Maluku
10-15 Oktober 2011 - Ambon dst
16 Oktober 2011 - Sulawesi Tenggara
Catatan : Sulawesi Tenggara selain menerima ETK dari Maluku juga menerima dari Sulawesi
Selatan.

VII. Route dari Nusa Tenggara Timur Waktu
Pemberangkatan
Perjalanan Lokal
Penyerahan
10 Oktober 2011 - Nusa Tenggara Timur
10-12 Oktober 2011 - Kupang dst
13 Oktober 29011 - Bima-Lombok,NTB
13-15 Oktober - Mataram dst
16 Oktober 2011 - Di Padang Bay kepada Bali
16 Oktober 2011 - Karang Asem, Klungkung, Gianyar, Bali
17 Okt: Bangli, Buleleng.
18 Okt: Badung, Tabanan, Jembrana
19 Oktober 2011 - di Ketapang kepada Jawa Timur
19 Oktober 2011 - Banyuwangi, Jawa Timur
19-21 Oktober 2011 - Surabaya dst
22 Oktober 2011 di - Mantingan kepada Jawa Tengah
22 Oktober 2011 - Sragen, Jawa Tengah

22-23 Oktober 2011 - Semarang dst
24 Oktober 2011 di Cirebon, Jawa Barat
Catatan: 22 Oktober 2011, Jawa Tengah menerima Jawa Timur dan DI Yogyakarta.

VIII. Route dari DI Yogyakarta
Waktu
Pemberangkatan
Perjalanan Lokal
Penyerahan
17 Oktober 2011 - DI Yogyakarta
17-21 Oktober 2011 - Yogyakarta dst
22 Oktober 2011 pkl. 10.00 di Perbatasan Kab. Kulon Progo-Kab. Purworejo
22-23 Oktober 2011 - Semarang dst
24 Oktober 2011 - di Perbatasan Cilacap-Kab.Banjar, Jawa Barat
24-25 Oktober 2011 - Bandung dst
26 Oktober 2011 - di Depok kepada DKI Jakarta
26 Oktober 2011 - Jakarta Selatan
26-27 Oktober 2011 - Jakarta dst
28 Oktober 2011 - Kwarnas

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost